
Jakarta (BLAJ) – Perpustakaan Balai Litbang Agama Jakarta (BLA Jakarta) memperkuat pengembangan layanan perpustakaan melalui pemanfaatan teknologi dan integrasi sistem. Upaya tersebut dilakukan melalui benchmarking pengelolaan perpustakaan ke BMBPSDM Kementerian Agama yang berlangsung di Perpustakaan BMBPSDM Kementerian Agama, Selasa (19/8).
Dalam benchmarking tersebut, Perpustakaan BLA Jakarta mempelajari sejumlah praktik yang dapat diadaptasi, integrasi sistem layanan, Penelusuran Referensi Digital (PRD), hingga program literasi.
Salah satu bentuk layanan yaitu Penelusuran Referensi Digital dapat membantu pemustaka menemukan sumber informasi, termasuk dari luar koleksi perpustakaan. Hasil penelusuran dihimpun dalam folder digital dan dibagikan melalui tautan. Permintaan layanan diupayakan selesai dalam waktu sekitar 1 x 24 jam, dengan penyesuaian waktu apabila sumber yang dibutuhkan sulit ditemukan.
“Yang terpenting dari benchmarking adalah melihat praktik yang bisa diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing perpustakaan,” ujar Hariyah, Pustakawan Madya Perpustakaan BMBPSDM Kementerian Agama.
Pemanfaatan teknologi juga diterapkan melalui penyimpanan berbasis cloud menggunakan Google Drive serta pengembangan sistem untuk seluruh layanan diantaranya peminjaman fasilitas, magang dan PKL, serta pendataan pengguna, serta pengajuan ISBN.
Aspek evaluasi turut menjadi perhatian melalui survei pada setiap jenis layanan. Data dan masukan pemustaka digunakan sebagai bahan perbaikan layanan.
Benchmarking juga membahas penguatan literasi perpustakaan dan optimalisasi peran pustakawan. Edukasi kepada mahasiswa, misalnya, dilakukan dengan memperkenalkan pengelolaan koleksi dan praktik layanan secara langsung. Sementara itu, penempatan pustakawan perlu disesuaikan dengan kompetensi dan tugas fungsinya agar pengembangan teknologi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Teknologi menjadi alat untuk memudahkan layanan, tetapi kualitas sumber daya manusia tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan perpustakaan,” kata Hariyah.
Hasil benchmarking menjadi masukan bagi Perpustakaan BLA Jakarta untuk mengembangkan perpustakaan yang lebih terintegrasi, mudah diakses, responsif, dan berbasis kebutuhan pemustaka.