Tingginya angka kejadian bencana du Indonesia beberapa tahun terakhir ini membuat prevalensi penderita stres pasca-trauma diperkirakan meningkat. Diperkirakan sekitar 50% penduduk di daerah bencana mengalami stres psikologis yang berarti. Sekitar 10-30% dari mereka yang mengalami peristiwa traumatik itu akan menderita gangguan stres pasca-trauma.